Menginspirasi Lahirnya Penulis-Penulis Baru Melalui Kisah Hidup yang Nyata
Bogor, Juni 2026 – Sebuah buku inspiratif berjudul UP NORMAL: Jejak Tak Terduga Sang Pencipta karya Herlina Aritonang, S.Th. resmi diluncurkan pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Enthree Coffee & Kitchen, Cibinong.
Buku UP NORMAL merupakan kumpulan pengalaman nyata tentang perjalanan hidup, pergumulan, kegagalan, pengharapan, dan berbagai peristiwa yang menunjukkan bagaimana Tuhan bekerja dengan cara yang sering kali tidak terduga. Melalui kisah-kisah yang ditulis dengan jujur dan sederhana, pembaca diajak melihat bahwa di balik setiap tantangan hidup, selalu ada jejak tangan Tuhan yang memimpin dan menolong.
Istilah “UP NORMAL” menggambarkan kehidupan yang melampaui batas pemikiran manusia biasa. Ketika logika berkata tidak mungkin, Tuhan menunjukkan jalan-Nya. Ketika manusia melihat jalan buntu, Tuhan membuka kemungkinan baru. Buku ini lahir dari keyakinan bahwa hidup bersama Tuhan sering kali berada “di atas normal” menurut ukuran dunia, namun nyata dalam pengalaman sehari-hari.
Acara peluncuran buku ini akan menghadirkan sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan lahirnya buku UP NORMAL. Bapak Harapan Nainggolan, M.Min., M.Th., Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, hadir bukan hanya sebagai salah satu tokoh yang turut mewarnai perjalanan dalam buku ini, tetapi juga sebagai Tulang yang selama ini memberikan perhatian, arahan, dan dukungan dalam berbagai proses kehidupan penulis. Turut hadir pula Bapak Pdt. Sugiat, M.Pd., selaku pimpinan yang senantiasa memberikan dukungan, kepercayaan, dan ruang bagi penulis untuk terus bertumbuh dalam pelayanan maupun profesi.
Kehadiran Bapak Pdt. Junior Nababan, M.Pd.K. tidak hanya sebagai Pengawas Guru Pendidikan Agama Kristen Kota Bekasi, tetapi juga sebagai hamba Tuhan yang menjadi bagian dari perjalanan kisah hidup penulis sejak masa-masa awal perjuangan. Selain itu, Bapak Sabam Sopian Silaban, Direktur Umum Mata Nara Progresif, merupakan sosok yang menjadi support system luar biasa dalam berbagai aspek, mulai dari proses penulisan, penerbitan, hingga persiapan dan pelaksanaan acara peluncuran buku ini. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa setiap perjalanan hidup yang bermakna tidak pernah ditempuh seorang diri, melainkan dibangun melalui dukungan, doa, dan penyertaan banyak orang yang Tuhan hadirkan di sepanjang perjalanan.
Selain sambutan dan refleksi inspiratif dari para tokoh tersebut, acara juga akan diisi dengan sesi talkshow yang mengangkat kisah di balik penulisan buku serta perjalanan iman yang melatarbelakanginya.
Namun, peluncuran buku ini memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar memperkenalkan sebuah karya tulis. Acara ini dirancang untuk menginspirasi peserta agar berani menuliskan pengalaman hidup mereka sendiri. Melalui kisah yang dibagikan dalam buku UP NORMAL, peserta diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita yang berharga, setiap perjuangan memiliki makna, dan setiap pengalaman dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.
Dalam kesempatan yang sama, penulis juga akan memperkenalkan rencana penerbitan UP NORMAL 2, sebuah buku kolaboratif yang akan memuat berbagai kesaksian dan pengalaman hidup dari masyarakat luas. Melalui proyek ini, siapa pun yang memiliki kisah tentang penyertaan Tuhan, perjuangan hidup, maupun pengalaman yang menguatkan orang lain, dapat menjadi bagian dari buku tersebut.
“Sering kali kita berpikir bahwa kisah hidup kita biasa saja. Padahal, apa yang kita alami bisa menjadi jawaban doa, penguatan, bahkan pengharapan bagi orang lain. Melalui UP NORMAL, saya ingin mengajak lebih banyak orang berani menuliskan cerita hidupnya,” ungkap Herlina Aritonang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal lahirnya komunitas penulis yang tidak hanya menghasilkan buku, tetapi juga mewariskan nilai, pengalaman, dan inspirasi kepada generasi berikutnya. Peserta tidak hanya diajak menjadi pembaca, tetapi juga didorong untuk menjadi penulis dan kontributor dalam karya-karya berikutnya. Melalui semangat UP NORMAL, diharapkan semakin banyak orang menyadari bahwa setiap kehidupan memiliki cerita yang layak dituliskan dan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
“Setiap hidup memiliki cerita. Setiap cerita layak dituliskan. Setiap tulisan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.”