
Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII, Jawa Barat (Jabar) Gelar seminar menulis “Creative Writing Action” para guru SMA dan SMK bersama Mata Nara Progresif se-Kabupaten Bekasi di Hotel Grand Zuri,Cikarang, Kamis (03/11/2022).
Ada-pun Peserta seminar terdiri dari Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas SMA dan SMK se-Kabupaten Bekasi.
Dinas Pendididkan (Disdik) Jabar Novriandi ST, mengawali seminar mewakili Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII mengatakan, seminar ini sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Seminar ini merupakan tempat dan cara mengeplorasi kompetensi yang kita miliki. maka patut kita berikan apresiasi bersama,” kata Novriandi.
Ia juga mengatakan, diadakannya seminar ini salah-satunya bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para guru.
“Wawasan tersebut nantinya akan bertingkat sehingga jika ada ide dan gagasan dapat dicurahkan melalui tulisan,” terangnya.
Prof.Dr.Chontina Siahaan,S.H.,M.Si, menuturkan menulis kratif adalah cara ilmuwan berkomunikasi satu sama lain. Dimana komunikasi adalah kunci dalam menulis.Sehingga Komunikasi merupakan jantung atau darah yang mengalir dalam tubuh.
“Tanpa aliran darah manusia akan mati.Tanpa komunikasi, kita dapat menyampaikan Ide,Gagasan Kita meluli tulisan,” paparnya.
Guru Besar Universitas Kristen Indonesia ini memaparkan,salah satu tantangan terbesar menjadi penulis ialah bingung mengawali tulisan.Ya, bingungnya mengawali tulisan kadang bisa jadi hal yang sulit. Kadang mengawali tulisan bisa tiba-tiba muncul.Namun, disaat-saat lain ide mengawali tulisan sama sekali ngak muncul, meski sudah cari sampai jungkir balik.
Kemudian,Setelah mendapatkan ide tema dan pokok-pokok utama tulisan, tantangan kedua biasanya ialah merangkai pokok-pokok utama itu jadi satu artikel utuh.Kadang, ini sulit karena harus bisa merangkai kata-kata dengan baik dan lugas.
“Cara mengatasi tantangan ini lagi-lagi dengan banyak membaca artikel. Dari situ, Kita bisa tahu kalimat seperti apa yang efektif dan enak dibaca, termasuk menambah kosakata sehingga kamu punya banyak pilihan kata untuk menuangkan suatu gagasan,”katanya.
Lebih lanjut wanita yang pernah mendapat penghargaan sebagai Presenter Indonesia International Graduate Conference on Communication (IGCC) Fisip UI Depok 2017 memaparkan dalam pembuatan tulisan diperlukan adanya kerangka tulisan yang dimana diibaratkan sebuah outline. Selain kerangkanya, diperlukannya hindari kalimat raksasa yang melelahkan pembaca juga pemborosan kata-kata.
“Kerangka tulisan bagaimana gagasan utama, gagasan pendukungnya itu buat kerangka tulisan kita agar tulisan kita tidak kemana-mana, di media cetak pasti aka nada keterbatasan tempat dan halaman, banyak kalimat yang ditulis ulang seperti yang ada yang lagi lalu ada yang lagi ini boros kalimat kita harus hindarin kalimat yang mengulang agar efektif” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan tulisan yang baik, Chontina meningatkan penulis yang baik adalah pembaca yang baik bisa menabung kosa kata. Jadilah peneliti yang kecil dengan memerhatikan hal-hal kecil untuk menjadi bahan tulisan.
“Saat menulis tempatkan posisi kita sebagai pembaca, ingat tujuan kita menulis agar dibaca sama orang. Apakah tulisan kita dipahami sama pembaca? jadi menggambarkan jangan sampai kita acuh dengan tulisan kita” Imbuhnya.
Diketahui narasumber Prof.Dr.Chontina Siahaan,S.H.,M.Si, Suwarsih Madya PhD, Dr Toto Bintoro,Farida Fahmalatif SPd MPd dan Sabam Sopian Silaban, S.Si., MM.
Disalin dari : https://koranpelita.co/2022/11/kcd-pendidikan-wilayah-viii-jabar-gelar-seminar-creative-writing-action/