Pengadilan Negeri Subang Dan Kejaksaan Negeri Subang Gelar Seminar Bersama “SDM Di Atas Garis”

Subang, 10/02/2020

Penggadilan Negeri (PN) Subang Kelas I B bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang menyelenggarakan kegiatan bersama Seminar sehari “SDM Di Atas Garis, Untuk Mewujudkan Layanan Publik Yang Berkualitas Bagi masyarakat Pencari Keadilan”  bertempat di Ruang Sidang PN Subang, 10/02/2020, dengan Narasumber Motivator Sabam Sopian Silaban.

Acara dipimpin oleh Subiar Teguh Wijaya, S.H. selaku Ketua Panitia, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Subang Rio Sembiring, S.H. selaku Wakil Ketua Panitia.

Acara tersebut dibuka oleh Ketua PN Subang R. Hendral, SH.,MH, dihadiri Kajari Subang M. Ihsan, SH, Kalapas Subang Kusnali A.Md.I.P, S.Sos,MH, Kabapas Subang Tendi Kustendi, Para Hakim, Para Kepala Seksi dan seluruh Jaksa Kejari Subang, Kasat Reskrim Polres Subang dan Para Perwira Polres Subang dan mewakili kepala BPS Subang.

Mengawali sambutannya, Ketua PN Subang, R. Hendral mengatakan, pembinaan SDM masuk dalam satu area pembangunan Zona Integritas, maka sangat diperlukan adanya Brainstorming  melalui kegiatan ini. Diharapkan setiap insan di Pengadilan maupun Kejaksaan termasuk Kepolisian dapat disegarkan melalui materi yang disampaikan oleh Sabam Sopian Silaban. “Kegiatan ini sangat bernilai positif, tentunya sangat membantu pimpinan dalam memimpin baik Pengadilan maupun Kejaksaan” tegas Hendral yang diamini oleh semua peserta.

Kejari Subang, M. Ihsan dalam sambutannya mengatakan, sangat senang memiliki sahabat KPN dan WKPN Subang yang bisa bekerja sama dengan baik, dan menginisiasi kegiatan ini bersama dengan Kejari Subang. Koordinasi kedua intansi ini tidak saja terkait dengan masalah Criminal Justice Sistem (CJS) tetapi kegiatan ini adalah bukti adanya hamonisasi di antara kedua lembaga penegak hukum di Subang. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena berbicara tentang SDM di atas Garis, artinya SDM di atas rata-rata, karena saat ini kita harus berpacu dengan kemajuan teknologi di jaman generasi milenial ini” ujarnya.

Derman P, Nababan, WKPN Subang bertindak selaku Moderator, membacakan CV Pembicara Sabam Sopian Silaban,  seorang Trainer dan Motivator Muda, seorang Penulis Kreatif  Buku Siswa di Atas Garis, Buku Di Atas Garis dan Pribadi Di Atas Garis. Dalam kesimpulannya Derman menyampaikan bahwa Aparat Penegak Hukum harus menaikkan level SDM mrnjadi excellent, yang muaranya untuk peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat pencari keadilan.

Riset Bank Dunia (World Bank) tahun 2018 menempatkan Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia pada peringkat 87 dari 157 negara, dengan nilai 0.53, tertinggal dari Singapura 0.88, Malaysia 0.62, Vietnam 0,67, Thailand 0.60 dan Pilippina 0.55.  Maka dalam pada itu dalam era Industri 4.0 ini, diperlukan adanya peningkatan kualitas SDM dari aparatur Penegak Hukum, sehingga tidak gagap dalam memberikan layanan kepada masyarakat pencari keadilan, tegas Derman membacakan kesimpulan seminar tersebut.

 

Acara ini berlangsung dengan baik, dimana Sabam menyampaikan materi presentasi penuh humor membuat peserta banyak tertawa. Rasanya waktu 2 (dua) jam yang dipergunakan Sabam terlalu singkat, mengingat pentingnya hakekat SDM Di Atas garis, penting, bukan hanya buat penyelesaian tugas di kantor tetapi buat pengembangan pribadi (self building) dan pengembangan karakter seseorang dalam hidupnya.

Selengkapnya telah terbit di web : https://www.pn-subang.go.id/index.php?id=570

Bangga Jadi Taruna PKTJ

Penulis : Adhistina Dewi Milasari, dkk

Editor : Ima Natria | Ari Wulandari

Fotografer : Mihardo

Disain Cover & Layout : Gabriel Hartanto

Penerbit : Mata Nara Progresif

Tahun terbit : 2022

 

Klik Pop-out untuk Download

 

PEMKAB SAMOSIR GELAR SEMINAR NASIONAL DAN WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU

Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pendidikan menggelar Seminar Nasional dan Workshop Peningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital dengan Tema Guru di Atas Garis. Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM di Aula HKBP Mogang, Kecamatan Palipi, Senin (31/8).

Kadis Pendidikan Rikardo Hutajulu dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Seminar ini merupakan kerjasama Pemkab Samosir dengan Penerbit PT. Erlangga dan akan berlangsung sejak 31 Agustus s.d 5 September 2020 yang diikuti oleh Kepala Sekolah dan Guru SD dan SMP Se-Kabupaten Samosir. Narasumber yang diundang diantaranya Maruli Panjaitan, Nancy Lumban Batu dan Sabam Silaban.

Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM dalam arahannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi guru dalam rangka peningkatan kapasitas dan kompetensi di era digital saat ini. Guru adalah ujung tombak serta sentral peningkatan pendidikan, oleh karenanya kesempatan ini jangan disia-siakan dan diikuti dengan baik sehingga para guru mampu bersaing di era serba digital dan mampu melahirkan karya-karya ilmiah yang baik sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat.

Bupati juga menjelaskan bahwa perkembangan Samosir saat ini sudah semakin pesat. Melalui dukungan Presiden Joko Widodo tentunya dengan jaringan komunikasi politik dari daerah ke pemerintah pusat. Ada dana kurang lebih sekitar 897 M dana dari pemerintah pusat yang saat ini degelontorkan dalam mendukung pembangunan pariwisata dan infrastruktur di Samosir, yang kedepan dapat memberi effect multiplier dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui industri pariwisata. Oleh karenanya dibutuhkan SDM yang handal dan mumpuni dalam mengeksekusi dan mengisi pembangunan ini. Maka ini merupakan tantangan bagi para tenaga pendidik untuk membentuk dan melahirkan SDM yang handal melalui pendidikan yang berkualitas.

 

Berita ini di salin dari : https://samosirkab.go.id/2020/09/04/pemkab-samosir-gelar-seminar-nasional-dan-workshop-peningkatan-kompetensi-guru/

Seminar Creative Writing Action PT Mata Nara Progresif

Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII, Jawa Barat (Jabar) Gelar seminar menulis “Creative Writing Action” para guru SMA dan SMK bersama Mata Nara Progresif se-Kabupaten Bekasi di Hotel Grand Zuri,Cikarang, Kamis (03/11/2022).

Ada-pun Peserta seminar terdiri dari Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas SMA dan SMK se-Kabupaten Bekasi.

Dinas Pendididkan (Disdik) Jabar Novriandi ST, mengawali seminar mewakili Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII mengatakan, seminar ini sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Seminar ini merupakan tempat dan cara mengeplorasi kompetensi yang kita miliki. maka patut kita berikan apresiasi bersama,” kata Novriandi.

Ia juga mengatakan, diadakannya seminar ini salah-satunya bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para guru.

“Wawasan tersebut nantinya akan bertingkat sehingga jika ada ide dan gagasan dapat dicurahkan melalui tulisan,” terangnya.

Prof.Dr.Chontina Siahaan,S.H.,M.Si, menuturkan menulis kratif adalah cara ilmuwan berkomunikasi satu sama lain. Dimana komunikasi adalah kunci dalam menulis.Sehingga Komunikasi merupakan jantung atau darah yang mengalir dalam tubuh.

“Tanpa aliran darah manusia akan mati.Tanpa komunikasi, kita dapat menyampaikan Ide,Gagasan Kita meluli tulisan,” paparnya.

Guru Besar Universitas Kristen Indonesia ini memaparkan,salah satu tantangan terbesar menjadi penulis ialah bingung mengawali tulisan.Ya, bingungnya mengawali tulisan kadang bisa jadi hal yang sulit. Kadang mengawali tulisan bisa tiba-tiba muncul.Namun, disaat-saat lain ide mengawali tulisan sama sekali ngak muncul, meski sudah cari sampai jungkir balik.

Kemudian,Setelah mendapatkan ide tema dan pokok-pokok utama tulisan, tantangan kedua biasanya ialah merangkai pokok-pokok utama itu jadi satu artikel utuh.Kadang, ini sulit karena harus bisa merangkai kata-kata dengan baik dan lugas.

“Cara mengatasi tantangan ini lagi-lagi dengan banyak membaca artikel. Dari situ, Kita bisa tahu kalimat seperti apa yang efektif dan enak dibaca, termasuk menambah kosakata sehingga kamu punya banyak pilihan kata untuk menuangkan suatu gagasan,”katanya.

Lebih lanjut wanita yang pernah mendapat penghargaan sebagai Presenter Indonesia International Graduate Conference on Communication (IGCC) Fisip UI Depok 2017 memaparkan dalam pembuatan tulisan diperlukan adanya kerangka tulisan yang dimana diibaratkan sebuah outline. Selain kerangkanya, diperlukannya hindari kalimat raksasa yang melelahkan pembaca juga pemborosan kata-kata.

“Kerangka tulisan bagaimana gagasan utama, gagasan pendukungnya itu buat kerangka tulisan kita agar tulisan kita tidak kemana-mana, di media cetak pasti aka nada keterbatasan tempat dan halaman, banyak kalimat yang ditulis ulang seperti yang ada yang lagi lalu ada yang lagi ini boros kalimat kita harus hindarin kalimat yang mengulang agar efektif” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan tulisan yang baik, Chontina meningatkan penulis yang baik adalah pembaca yang baik bisa menabung kosa kata. Jadilah peneliti yang kecil dengan memerhatikan hal-hal kecil untuk menjadi bahan tulisan.

“Saat menulis tempatkan posisi kita sebagai pembaca, ingat tujuan kita menulis agar dibaca sama orang. Apakah tulisan kita dipahami sama pembaca? jadi menggambarkan jangan sampai kita acuh dengan tulisan kita” Imbuhnya.

Diketahui narasumber Prof.Dr.Chontina Siahaan,S.H.,M.Si, Suwarsih Madya PhD, Dr Toto Bintoro,Farida Fahmalatif SPd MPd dan Sabam Sopian Silaban, S.Si., MM.

Disalin dari : https://koranpelita.co/2022/11/kcd-pendidikan-wilayah-viii-jabar-gelar-seminar-creative-writing-action/